Pesan Untuk Sahabat
Aku disini kawan
Menggenggam tanganmu diantara tangan yang melepaskan
jemarimu
Menemanimu di antara hembusan angin yang merayu pergi
Menjadi pelangi diantara awan hitam yang memudar
Dan menghapus airmata di antara keluh kesahmu
Ku titipkan do’a ku untuk-Nya
Agar jiwamu selalu menjadi penghiburku di antara syair
syahdu yang terlupakan
Kau menggengam tanganku saat badai itu berada di tengah
perjalanan kita
Kau menuntunku di antara badai untuk melewatinya
Hingga terhempas olehnya
Tak akan pergi jika kita behenti
Tapi akan melangkah saat kita menjauh
Jauh dan semakin menjauh
Di antara badai itu terselip do’aku
Ya Rabb ijinkanlah kami berada dalam jalan-Mu yang indah itu
Bersama dengan jemari yang terus berhimpit,
dengan tangan yang
terus menggengam,
dengan airmata yang terus menetes
igin ku sampaikan syair indah ini bersamamu
ingin ku petik bunga mawar itu
tapi, duri itu tak mengijinkannya
hinga darah menetesdengan duri yang terselip di antara darah
itu
kapan darah itu berhenti menetes ?
tepat, saat kau ikut menancapkan jemari indahmu itu
hingga darah mengalir di antara dua jari yang tertancapkan
dan rasa sakit yang
tertopang oleh indahnya jemari tangan itu
yang terbagi oleh syair persyahabatan




